Munakahat Dipandang dari Segi Psikologi





Bekal untuk Menikah

            Pemahaman
1)      Pemahaman tentang diri kita (wanita).
Kita perlu memahami diri kita ini seperti apa, bagaimana sifat kita, atau dengan kata lain kita sudah mantap menemukan jati diri kita yang sesungguhnya. Kita juga perlu memahami kedudukan kita sebagai muslimah. Kita tidak hanya memikirkan tentang diri kita sendiri saat sudah menikah, tapi juga suami dan anak-anak kita. Di dalam sebuah keluarga wanita berperan sebagai manajer umum yang mengatur dari hal-hal besar sampai hal-hal yang mendetail sekalipun, seperti letak barang-barang tertentu, menyiapkan setelan baju untuk suami kita saat akan pergi ke kantor, dll.
2)      Memahami arti pernikahan.
Hal ini perlu didiskusikan dengan pasangan kita nanti. Perlu juga kita menanyakan apakah yang menjadi dorongan untuk menikah.


            Komitmen
1)      Komitmen yang harus dibangun berlandaskan kecintaan kita kepada Allah dan berlandaskan pada tujuan membesarkan anak-anak kita dengan baik.

Cinta
1)      Emotional Love : cinta yang berdasarkan emosi. Misalnya, masih sering terjadi kesalahpahaman dengan pasangan kita atau cemburu. Sebenarnya, kita perlu memahami karakteristik pasangan kita, sehingga tidak menimbulkan sesuatu yang dapat merenggangkan hubungan. Biasanya terjadi pada pasangan yang baru menikah. Tapi, tidak menutup kemungkinan pasangan baru dapat langsung memasuki tahapan Convenient Love.
2)      Convenient Love : cinta yang berlandaskan percaya dan toleransi. Convenient love ini tercapai dengan melalui tahapan emotional love ataupun tidak, tergantung dari rasa pengertian dan memahami setiap pasangan. Mereka yang bisa mencapai tingkatan Convenient Love ini secara langsung dikategorikan sudah memiliki pikiran yang dewasa, tidak labil. Sebenarnya, kita perlu memahami karakteristik pasangan kita, sehingga tidak menimbulkan sesuatu yang dapat merenggangkan hubungan.


Yang Perlu Diperhatikan dalam Sebuah Pernikahan

Komunikasi Efektif
Kondisikan komunikasi sesuai dengan mood pasangan kita. Misalnya, jika suami kita sedang banyak pekerjaan atau sedang suntuk kita bisa melakukan sesuatu untuknya. Mungkin bukan dengan membantu pekerjaannya (mungkin kita jadi malah mengganggu), tapi kita bisa memberikan perhatian lebih seperti menawarkan makanan atau minuman, “Abi, mau dipijat sebentar?” dan kata-kata lemah lembut lainnya yang bisa meredam sejenak kejenuhannya.

Perlu diingat pula bahwa terdapat perbedaan antara komunikasi wanita dan pria. Pria cenderung berkomunikasi dengan singkat, padat, jelas, dan tidak bertele-tele. Sementara wanita cenderung lebih detail dan panjang, padahal inti pembicaraannya mungkin hanya sedikit karena pada dasarnya wanita itu ingin didengar keluh kesahnya dan ingn dimengerti. Jadi, sebagai suami, misalnya, sebisa mungkin untuk dapat mengerti keluh kesah istrinya.

Tidak perlu khawatir jika suatu saat kita melihat suami kita berdiam diri saja, tidak berkata apa-apa seharian misalnya. Hal itu wajar karena dominan pria itu butuh waktu menyendiri pada saat-saat tertentu. Biarkan saja dia seperti itu sejenak karena jika apa yang dipikirkannya itu sudah selesai baginya, Insya Allah dia akan kembali pada kita.

Misalnya ada suatu kebiasaan buruk pasangan kita yang suka meletakkan handuk sembarangan setelah mandi. Mungkin terkadang kita suka kesal. Tidak seharusnya kita langsung marah, namun kita harus komunikasikan dengan baik dan dengan suara yang lemah lembut karena mengubah kebiasaannya tidak mudah. Bayangkan saja jika kita menikah pada umur 24 tahun berarti sudah 24 tahun dia melakukan kebiasaan buruk itu yang dibangun selama ia bersama keluarganya. Jadi, pasti perlu ada proses dan kesabaran.

Ekspresi Cinta
Ekspresi cinta ini juga sangat penting untuk mengharmoniskan hubungan yang dapat dilakukan dengan panggilan sayang atau panggilan lainnya dengan suara kita yang lemah lembut.

Kebersamaan
Perlu adanya waktu kebersamaan dengan pasangan kita, hanya berdua saja, dimana kita bisa menghabiskan waktu bersama dan untuk mendekatkan kita dengan pasangan. Jika kita dan suami kita sama-sama bekerja, mungkin sulit menemukan waktu yang tepat untuk bersama, tapi kita dapat menyiasati dengan mencari waktu bersama setelah seharian bekerja misalnya dengan saling bercerita tentang apa saja yang sudah dilakukan hari ini dan mungkin ada cerita yang lucu-lucu. Tapi, jangan coba-coba bercerita tentang sesuatu yang dapat meregangkan hubungan, misalnya seperti, “Saya jadi teringat dia yang saya suka dulu ....” Nah, tidak semua pria dapat menerima cerita seperti itu, kemungkinan dia bisa marah karena cemburu dan malah meregangkan hubungan kita dengan pasangan.

Memberikan Surprise/Kejutan
Sekali-kali kita bisa memberikan surprise kepada pasangan kita. Misalnya, kita mengetahui pasangan kita ingin sekali membeli suatu barang yang ia sukai. Kita bisa memberikannya dengan sebuah kejutan yang mengesankan.

Sentuhan Fisik
Sentuhan fisik juga perlu (dalam hal sudah menikah) seperti mencium. 

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Ranting dan Ketidaksempurnaan

The Journeys in 2017

Back To My 90's Favourite Songs