KTX (Korean Train eXpress)


Beberapa hari yang lalu sempat ngobrol dengan Kak Mutia tentang dunia sipil, hhe, sampai akhirnya menjurus ke arah sistem transportasi dan tersebutlah KTX. Saya jadi tertarik banget dengan KTX ini (Korean Train eXpress). Ya, dari namanya pasti sudah tahu bahwa KTX adalah sebuah kereta. Saat ini kereta api memang menjadi andalan transportasi bagi sebagian masyarakat dunia termasuk Indonesia karena efisiensi waktu dan kemudahan mobilitas.


KTX termasuk ke dalam klasifikasi HSR (High Speed Railway) Technology seperti Shinkansen di Jepang, TGV (Train à Grande Vitesse) di Perancis, atau Eurostar yang menghubungkan Inggris dan Perancis, karena kecepatannya di atas 200 km/jam. Kecepatan KTX mencapai 350 km/jam. Namun, saat ini sudah ada jenis NG-KTX (Next Generation KTX) dengan kecepatan 350 km/jam dengan kecepatan maksimum 400 km/jam. 
Next generation KTX bullet trains set to cruise at 350Km/h and top at 400Km/h


Sistem desain KTX mengadopsi sistem TGV-R Perancis. Pembangunan KTX ini merupakan kelanjutan peningkatan dari sistem perkeretaapian semula yang menghubungkan Seoul dan Busan.

Berikut adalah Busan Station yang merupakan stasiun KTX di Busan : 






Berikut adalah spesifikasi dari KTX :
  • Total Vehicle Length: 388 m
  • Total Weight: 771.2 tons (with passengers onboard)
  • Seats: Special Compartment-3 seats per row (127 seats) 
    General Compartment - 4 seats per row (808 seats) 
    Total Seats- 935 per vehicle
  • Maximum: 300km/h
  • Traction Power: 13,560KW (18,200 horsepower)
  • Acceleration Capacity: 6 minutes and 8 seconds to reach 300km/h
  • Breaking Distance: 6,400m (2 minutes and 32 seconds)
  • Convenience Features: Video/audio system, intercom system, passenger information facilities provided in passenger compartments, 10 drink vending machines, 3 snack vending machines, etc.
  • Facilities for the Disabled: 2 seats for the disabled per compartment, 1 toilet for the disabled and 1 wheelchair storage unit



Rel untuk KTX (High Speed Train) berbeda dengan rel kereta api konvensional yang sambung-menyambung. Untuk dapat mendukung menghasilkan kecepatan tinggi bagi kereta, rel kereta didesain menerus atau biasa disebut CWR (Continous Welded Rail). CWR dibuat melalui proses Flash Butt Welding yang menggunakan automated track-laying machine. Dengan arus listrik yang kuat, kedua pertemuan rel yang tidak menyatu dilas menjadi satu kemudian dipress sehingga menghasilkan strong weld.

Rute perjalanan yang dilalui KTX adalah :


  • Gyeongbu Line: Seoul (Yongsan) -> Gwangmyeong -> Cheonan, Asan -> Daejeon -> East Daegu -> milyang -> Gupo -> Busan
  • Honam Line: Seoul (Yongsan) -> Gwangmyeong -> Cheonan, Asan -> West Daejeon -> Nonsan -> Iksan -> Gimje -> Jeongeup -> Jangseong -> Songjeongli -> Naju -> Mokpo atau Jangseong -> Gwangju                                                                                        
Proyek besar yang direncanakan Korea adalah dengan menambah jalur kereta dari Mokpo ke Jeju. Wah gimana caranya ya? Kedua tempat itu kan berada di pulau berbeda? Jadi, Korea akan menggunakan 2 langkah utama dalam membuat jalur kereta tambahan, yaitu pertama, membangun over-sea bridge sepanjang 28 km yang menghubungkan Haenam dan Bogildo. Kedua, membangun underwater tunnel dengan menetapkan Chujado sebagai stasiun pengeboran utama.


Mokpo akan ditingkatkan menjadi stasiun singgah sebelum masuk ke jalur kereta selanjutnya menuju Jeju. Dengan rencana konstruksi ini, diperkirakan waktu perjalanan yang dibutuhkan dari Seoul ke Jeju adalah 2 jam 26 menit. Memang satu jam lebih lama jika dibandingkan dengan naik pesawat. Namun, jika dibandingkan jika wisatawan harus berangkat ke airport dan check in, maka rencana proyek pembangunan ini dirasa lebih efisien dan tidak memakan waktu tambahan. Selain itu, pembangunan ini akan mempermudah masyarakat Korea yang ingin ke Pulau Jeju.

Berikut adalah video yang tampaknya akan menggambarkan cara kerja konstruksi underwater tunnel. 



Yang membuat saya tertarik dengan kereta sebenarnya bukan hanya dari segi teknologi kereta itu sendiri, namun segi teknik sipilnya (hehe, tetep ya yang diutamakan sipilnya dulu). Pembangunan HSR terkadang diiringi oleh pembangunan jalur kereta ekstrem seperti Eurostar yang menggunakan underwater tunnel (Channel Tunnel) untuk membuat rel kereta dari London ke Paris. Seperti yang kita tahu bahwa kedua negara ini dipisahkan oleh Selat Channel. Juga seperti pada rencana proyek KTX yang akan memperpanjang jalur kereta dari Mokpo sampai ke Pulau Jeju (Korea’s Hawaii) yang berbeda pulau dengan konstruksi jembatan dan underwater tunnelEdisi berikutnya (i.Allah) akan membahas mengenai konstruksi kereta, sistem pengaturan kereta, underwater tunnel, bridge, dll. 


Comments

hdayhss said…
bagus pe! :)
sebelumnya gw udah pernah lihat KTX di running man. emang keren banget sih..
semoga indonesia bisa cepat seperti ini :)
Iya day, banyak masalah nih di Indonesia, msh bnyk yg mesti diperbaiki.
Aamiin.. semoga SDM di masa datang bisa lebih bagus dan lebih bermoral biar ga bnyak yg korupsi, haha..

Popular posts from this blog

Opini Tentang Depresi

Back To My 90's Favourite Songs

Sarang In Ga Yo - Perhaps Love (Princess Hours OST) - Music Piano Sheet