Posts

Showing posts from December, 2011

Pencerahan dibalik "Kesasar"

Image
The fact starts from useless deed today. Jadi hari ini niatnya mau service printer yang error yang padahal baru dibeli 3 hari yang lalu --__--. Rekonstruksi kenapa printernya sampai error panjaaangg, tapi intinya ya memang error sendiri. Service Center HP (re: nama merk) adalah di gedung Bank Danamon, Mega Kuningan. Berhubung hari ini adalah hari kerja, papa gak bisa nganterin, dan memang gue lagi libur. It means gue pergi sama mama naik motor. 
Setelah lari pagi, mandi, dan ngerjain sedikit tugas mektan, akhirnya berangkat. Berhubung printernya enteng jadi simple dan cukup diletakkan menggantung di pengait motor (re: motor Beat) jadi gak ribet. Kali ini mama yang gonceng soalnya takut ada razia dan mungkin saat gue naik motor malah ditilang. 
Setelah sampai di daerah flyover arah Pancoran, belok kiri. Nah gara-gara belok kiri ini, jadi nyasar kemana-mana. Nanya sana-sini. Udah panas, kepala pusing gara-gara helm yang gak nyaman di kepala, dan masih nyari-nyari alamat. Jadi inget lag…

Is This?

Banyak banget perubahan, seneng banget, Alhamdulillah. Entah kenapa, cara pandang hidup sekarang jadi berbeda, lebih baik maksudnya, lebih menyerahkan semuanya kepada Allah itu rasanya luar biasa. BUKAN berarti menyerah begitu saja, tapi pasti ada titik di saat kau merasa tidak bisa melakukan apa-apa lagi dalam mengusahakan sesuatu.

Saat kau merasa kecewa dan yakin bahwa ada rencana Allah yang lebih manis lalu kita yakini dan terus percaya bahwa Allah selalu menyayangi kita, rasanya itu luar biasa. Semuanya berawal dari pikiran. Satu hal yang menghalangi rasa cinta kita kepada Allah adalah dosa, ya dosa. Pasti saat manusia merasa telah melakukan dosa setidaknya dia akan murung, malu banget sama Allah yang udah lihat perbuatan kita. Dari rasa malu dan menyesal, jadi susah buat mendekat dengan-Nya kan? Ibaratnya kayak malu sama seseorang karena kita berbuat salah, pasti kita jadi malu juga deketin dia, takut ngiranya yang nggak-nggak. Tapi, Allah Maha Penyayang kan, yakini dulu deh. 
Se…

Masih galau?

Aneh ya, sekarang kalo ngeliat tweet temen-temen yang lagi galau tentang cinta, jadi lucu sendiri, ketawa sendiri, serasa "aduuuh, ngapain sih galau cinta sama seseorang yang belum tentu jadi sang imam kita nantinya??" Memang tidak salah mencari pasangan, bukan berarti pacaran loh, tapi "mencari" pasangan di saat yang tepat harusnya. Untuk suatu momen waktu di saat kita memang belum siap mencari jodoh dan memang tampaknya lingkungan tidak mendukung, yaudah, ga usah nyari dulu, kalo ada yang dateng dan rasanya tepat, nah baru dilanjutin.

Haha, ga munafiklah, dulu pernah gitu juga. Tapi, akhir-akhir ini sangat banyak hal yang membuat gw sadar. Aku ya aku, ya aku menjalani hidupku sendiri, susah seneng, toh jika ada 'orang lain' yang kita suka, ya dia itu dari kehidupan dia sendiri yang dia jalani, dia tidak ada dalam hidupku sebelumnya, apa dia ada saat aku sedang susah atau senang? Tinggal kita analisis si dia, kalo mentok ya tinggal doa. Dia toh juga manusi…
Hal paling menyakitkan adalah saat ditanya "Lo sakit apa emangnya?" dan hati terpaksa untuk menjawab "Sakit TB" dan dia terdiam sejenak atau memasang muka miris dan kaget.

Kalo dibaca sepintas terdengar sepele, tapi saat dirasakan kejadian sebenarnya sungguh bikin ga enak hati.