AWKWARD 2

Lanjutan .....

Setelah kelas Teksan berakhir di hari Kamis, gw dan Mulyadi naik motor berdua ke Burring buat scanning peta kontur TJR. Banyak hal unik yang dapat terkuak dari Mulyadi ternyata haha. Setelah selesai balikin peta kontur ke lantai 4, Mulyadi balik ke kostan dan gw ke perpus pusat buat mengisi waktu kosong sebelum jam 2.15 nanti. Pas jam 2.06 gw berangkat dari perpus dan nyampe di Gedung B Psikologi jam 2.20. Lama ya? Ini karena parkir minim di Psikologi, susah markir -__-. 

Menurut sms dari Bona kemarin, katanya dia bakal sms lokasi konsultasi, tapi sampai gue ada di Gd B pun ga ada kabar. Akhirnya gw sms (ini gue masih mengira Bona itu cewek) : 
"Bona, saya sdh di Gd B." 
Oke 5 menit berlalu tanpa ada balasan. Sambil menunggu sesuatu yang tidak jelas (hanya berbekal keyakinan dg sms Bona kemarin) gue duduk di ruang tunggu Gd B dan melihat interior Gd B yang masih jadul (membandingkan dengan Gd S FT, hehehe), memandang para dosen (tampaknya begitu) yang lalu lalang. Gw membayangkan tipikal dosen Psikologi yang pasti beda dengan dosen Sipil, hehehe. 

Saat dunia khayalan gue masih berlanjut, tanpa sadar ada seseorang yang memanggil nama gue. 
"Ayu Putri?" 
Pastinya gue terkejut banget dan langsung menoleh ke arah datangnya suara (kanan) daaan....
Tampaknya kok wajahnya familiar ya?
OMG, dia Bona Indonesia Idol!!
"Boleh salaman?" katanya.
Ya otomatis gue ga salaman, cuma mengesankan ingin salaman (ngerti kan?)
"Silakan masuk, Ayu." katanya.
Wow, ramah sekali 

Rasanya saat itu gue pengen ketawa banget. Apa yang gue sangka dari awal (padahal cuma prediksi asal aja), ternyata beneran terjadi! Tapi gue berusaha stay calm dan buat meluapkan rasa ketidakpercayaan ini, gue sms temen gue :
"Ilmaa, ternyata psikolog aku, Bona yang di Indonesia Idol..."
Ternyata temen gue satu ini penggemar Bona hahaha. Mupeng lah dia di sms, hohoho.

Karena gw gak nge-fans, yaa gue menganggap hal biasa aja bisa sampe ngobrol empat mata sama dia. Haduh sebenernya risih konsultasi sama cowok, tapi yaudahlah ya ini cuma konsultasi. Ternyata dia orangnya welcome banget, di ruangan itu udah berasa lagi diinterogasi dokter jiwa. Dia memegang notes kecil buat menulis detail sifat gue seperti apa, mulai dari masalah gue yang gue tulis di form, latar belakang gue, tempat tinggal, SMA, sifat, film favorit, dll. Pas ditanya film favorit gue apa, gue jawab horror Barat, dia kaget. (dalam hati: emang aneh ya?) Dan dia merekomendasikan film The Others.

Konsultasi pun berjalan lancar. Karena orangnya welcome banget, gue bisa dengan mudah membuat diri gue juga welcome, jadi gue bisa cerita dengan mudah seperti gue bercerita ke teman sendiri. Beneran deh proses konsultasi seperti gue udah berteman lama sama dia. Entah mungkin ini suatu siasat cara atau memang sifat aslinya. Intinya bakal ada training 2 hari ke depannya. Di akhir pembicaraan, Bona sempet bilang gue orang yang menyenangkan. Wow, hebat sekali bisa menyimpulkan sifat gue secepat ini. 

Saat gue menceritakan hal ini ke teman2 gue di kampus, mereka semua menjerit: "Mau dong dikonsultasiin langsung sama diaaa.."
Dalam hati gue: Kok segitunya ya temen2 gue, padahal tampaknya biasa aja. Ya memang ganteng sih, tapi yaudah lah ya. 
"Pe, sebelum konsultasi, minta dia nyanyi dulu... " ---->> -____-
"Wah konsultasi ke dokter cinta ini sih." ---->>> X(
Dan keluarlah gombalan-gombalan temen-temen gue lainnya, hadeeeh, gimana kalo mereka ketemu sama Bona beneran ya?

Comments

Popular posts from this blog

The Journeys in 2017

Opini Tentang Depresi

Kisah Ranting dan Ketidaksempurnaan