Chipknip : Smart Chip on Debit Card


Ada hal yang menarik lainnya dari negeri Belanda, namun sebenarnya sudah cukup familiar di Indonesia tapi tetap unik J,yaitu Chipknip. Dari kata “Chip” pasti sudah langsung familiar ya dengan sebuah chip pintar yang biasanya kita temui pada kartu E-Toll atau kartu mahasiswa saya, hehe (Kartu Tanda Mahasiswa di Universitas Indonesia). Sesuatu yang unik di Perbankan Belanda adalah penggunaan chip pada kartu ATM di beberapa bank Belanda seperti  Rabobank, Fortis, dan PostBank.

Chipknip adalah ’dompet’ elektronik, digunakan untuk transaksi retail kecil dengan batas maksimum pembayaran sampai 15 Euro tanpa harus memasukkan nomor PIN di setiap transaksi pembelian. Masyarakat Belanda biasa menggunakan Chipknip seperti pada fasilitas catering, vending machines, fasilitas fotokopi/printer di kampus.

Untuk dapat menggunakan Chipknip, nasabah terlebih dahulu harus melakukan pengisian dana (top up) Chipknip pada kartu ATM-nya di terminal Chipknip yang terdapat di samping terminal ATM bank yang terdapat di Belanda. Saat akan menggunakan Chipknip, kita hanya tinggal memasukkan kartu ATM pada mesin ATM kasir dan otomatis sistem Chipknip pada mesin tersebut akan membaca kartu kita dan mendebet sesuai dengan jumlah nominal transaksi yang dilakukan, tentu saja tanpa harus memasukkan nomor PIN. Inilah yang membuat Chipknip berbeda.

Ada perbedaan antara Chipknip dan Prepaid Chipknip. Prepaid Chipknip tidak terhubung pada sebuah akun seseorang dalam bank, atau biasa digunakan oleh mereka yang tidak mempunyai akun bank Belanda, seperti para turis atau businessman. Prepaid Chipknip tersedia dalam 4 denominasi: € 5, € 10, € 20 and € 50Jika nominal uang dalam Prepaid Chipknip Card sudah habis terpakai, maka kartu tersebut tidak dapat diisi ulang (sekali pakai), berbeda dengan Chipknip yang dapat diisi ulang. Dan pada Prepaid Chipknip terdapat expiry date, atau dengan kata lain Prepaid Chipknip ini memiliki periode pemakaian tertentu. Sistem ini sejenis dengan sistem voucher pulsa di Indonesia. 

Berikut adalah video cara penggunaan Chipknip di Belanda :


Penggunaan E-Toll sebenarnya memang persis seperti sistem Chipknip ini, namun tidak semua bank di Indonesia menggunakan chip pada kartu ATM karena hanya kartu kredit yang bisa interoperability dengan teknologi Smart Card saja yang dapat beroperasi seperti Chipknip, seperti Flazz BCA.

Kartu Flazz BCA merupakan alat pembayaran multifungsi tercepat pertama di Indonesia untuk kenyamanan bertransaksi Anda. Menggunakan teknologi chip dan RFID (Radio Frequency Identification), Kartu Flazz pantas untuk disebut sebagai kartu prabayar multifungsi dengan teknologi terkini, otorisasi transaksi pembayaran dilakukan langsung di chip di Kartu Flazz itu sendiri. Pengisian ulang saldo (top up) pun mudah, cukup membawa Kartu Paspor ke ATM Non-tunai BCA serta merchant-merchant berlogo Flazz Isi Ulang dan stand penjualan Flazz di mall terkemuka. Minimum top up Rp 100.000, dan maksimum saldo yang dapat tersimpan di kartu maksimum Rp 1 juta.

Ternyata sistem seperti Chipknip ini sudah ada di Indonesia, namun tampaknya kurang sosialisasi, seperti sistem E-Toll. Tidak hanya sekedar pengadaan fasilitas SmartCard saja, namun dari pihak penjual harus ikut andil dalam mempromosikan fasilitas SmartCard ini di Indonesia dengan menyediakan pembayaran via SmartCard sehingga masyarakat tertarik dan merasa mudah untuk menemukan pembayaran via SmartCard di setiap sudut toko penjualan barang. 


Referensi :

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Ranting dan Ketidaksempurnaan

The Journeys in 2017

Opini Tentang Depresi