Peminatan Kamu Apa?

Satu pertanyaan yang masih--sampai detik ini--belum bisa saya jawab. Hmm, sebenarnya niat awal masuk kuliah adalah mendalami ilmu sipil sepenuhnya. Yes, I've been doing it until now. Tapi, setelah dijalani sampai semester 6 ini, saya merasa tidak bisa BENAR-BENAR menggali ilmu sipil yang sesungguhnya. Mungkin definisi menggali ilmu menurut saya berbeda dengan yang lain. Selalu disibukkan oleh kuis, ujian, dan tugas. Mau sedikit saja meluangkan waktu untuk mengembangkan sesuatu ilmu rasanya sulit, tanpa disangka sudah ada tugas baru di depan mata, dengan deadline yang cukup singkat. 

Oleh karena itu, karena semester 7 dan 8 nanti diadakan peminatan yang direncanakan selaras dengan peminatan S2, maka saya ingin mengambil sebuat peminatan dimana saya bisa menggali ilmu lebih dalam lagi. Sebenarnya saya punya alasan kuat untuk masing-masing peminatan sehingga saya tertarik untuk memperdalaminya dan inilah sumber kegundahan. Memang sipil tak dapat dipisahkan sebetulnya. Alasannya begini :

Struktur              

Pelajaran Perancangan Struktur di semester 6 ini sangat membuat saya tertarik. Terlepas dari kulitas nilai ujian saya yang tentunya tidak bagus karena menghitung dalam kondisi tertekan adalah sesuatu nightmare buat saya. Sense mengerjakan soal saat sedang dalam ujian atau tidak adalah sesuatu yang berbeda, meskipun sekeras apapun saya berusaha membuat diri senyaman mungkin, entah kenapa pasti saja ada yang salah, namun tak ada waktu untuk mengoreksi karena menyelesaikan soal saja sudah terhitung bagus menurut saya -_-. 

Beton dan penulangan adalah inti mata kuliah ini. Semuanya rasional, pembuktiannya sederhana, dan mudah untuk dibuktikan. Merancang sebuah rumah yang berawal dari sebuah denah rumah hasil searching di internet itu adalah sesuatu yang membuat saya sendiri merasa tidak percaya. Saat pertama kali melihat tugas besar PS senior, terlintas "Apa gue bisa ya bikin seperti ini sampai akhir deadline nanti?" 

Jika saya memilih peminatan ini, mungkin nilai IPK saya tidak bagus, namun saya mendapatkan ilmu struktur ini. Oke, berbicara sedikit idealisme. Untuk seorang fresh graduate, IPK adalah hal utama sebagai parameter kualitas karena pengalaman bekerja pada bidang peminatan dominan belum ada. Perlu meluruskan niat, maaf. Yang berminat di bidang ini memang banyak karena memang inti sipil ada di peminatan ini. Selain itu, tanggung jawab ahli di bidang ini sangat besar. Lari dari tanggung jawab, salah besar. (Baiklah tinggalkan sejenak)

Geoteknik
Oke, peminatan ini adalah awal saya tertarik dengan pemilihan peminatan, namun seiring waktu, inti peminatan ini semakin membosankan dengan rumus-rumus yang begitu banyak tanpa ada buku yang memperlihatkan darimana rumus itu berasal secara logika? Tiba-tiba pake rumus ini untuk kondisi seperti ini dan rumus itu untuk kondisi itu. Dari segi struktur masih bisa diaplikasikan di peminatan ini, seperti beban struktur atas dan struktur pondasi. 

Bagian yang menarik dari peminatan ini adalah mendesain menggunakan software Plaxis dan merencanakan sheet pile, pondasi tiang dalam.  (bikin posting ini pas nilai RekPon : Not Published huooo)

Sumber Daya Air
Setelah mendapatkan PIK, saya menyerah mengambil peminatan ini karena memang tidak sesuai dengan keinginan saya sendiri. 

Manajemen Konstruksi
Nah ini mata kuliah yang sangat menarik meskipun jauh dari keahlian teknik tapi lebih mengarah pada seni manajemen di proyek dengan pengetahuan dasar mengenai teknik sipil supaya menguasai detail pekerjaan. Dan ini adalah fokus peminatan yang ingin saya ambil jika ada kesempatan untuk kuliah master, namun masih sekedar wacana kok. Kenapa bisa tertarik peminatan ini? Berawal dari semester 5, mata kuliah Manajemen Proyek (meskipun saat itu saya sempat vakum 3 minggu karena sakit), dan kebetulan Pak Wisnu begitu sangat menguasai masalah-masalah mengenai ManPro yang sering terjadi dan membuat peminatan ini terasa penuh dengan strategi, ketelitian, dan keahlian kepemimpinan. 

Transportasi
Baiklah, saya sampai pada peminatan akhir yang membuat saya cukup yakin untuk memilihnya. Saya suka transportasi massal, sistemnya, bandara, kereta, dan semua hal yang berhubungan dengan sistem transportasi. Kebetulan semester 6 ini saya memutuskan mengambil mata kuliah pilihan Amdal Transportasi dan ternyata di balik perencanaan jalan yang terlihat sederhana secara sepintas, terdapat berbagai pertimbangan yang harus dipikirkan baik-baik mengenai tingkah laku pengguna jalan (tidak hanya pengendara, namun pejalan kaki juga termasuk). 

Namun, banyak anomali di peminatan ini, seperti Analisa Transport yang mengarah ke sistem informasi dan mata kuliah lain yang terlalu banyak analisa. Statistik dan Probabilitas tampaknya akan sangat bermanfaat. Perlu ahli dalam penguasaan excel. 

What about you?

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Ranting dan Ketidaksempurnaan

The Journeys in 2017

Opini Tentang Depresi