FK VS FT ?

Malam ini tweet Twitter sedang ramai dengan hasil pengumuman SNMPTN 2012. Ada yang diterima di FT, Psikologi, Fasilkom sampai dengan FK! Mendengarnya membuat mengatakan 'Wow'. Memang sulit masuk fakultas yang satu ini di UI. 

Berbicara tentang ini mengingatkan saya saat kelas XII, tiga tahun lalu. Saat sekitar awal Februari, ibu BP di sekolah saya menerima sebuah Fax dari UI yang mencantumkan nama-nama siswa yang diterima di UI jalur PPKB dan saya ada di antaranya. Kejadian hari itu terlihat jelas sebelumnya di mimpi saya tepat saat pagi harinya, keren kan, haha. Saya juga sempat memimpikan teman saya diterima di IPB dengan jalur prestasi, dan itu benar-benar terwujud. 

Saat masuk ke kelas bimbel GO untuk sesi SNMPTN, saya terdiam, saat menyadari bahwa teman-teman sekelas di bimbel masih ada yang berjuang untuk SNMPTN. Tidak menyangka akan ada anugerah besar di kelas XII saat itu: PPKB. Sering muncul ledekan: 'Ngapain Yu ke sini lagi? Udah di UI ini :)' Sebenarnya saat itu saya bingung, apakah Teknik Sipil adalah pilihan tepat yang sudah saya pilih. Saya sendiri tidak cukup tahu pelajaran di Sipil seperti apa. Orang tua menganjurkan saya untuk mengikuti tes lagi untuk memilih FK melalui jalur test lain, tapi tentu saja tidak di UI. Namun, saat itu saya takut sekali jika nama saya di-Black List karena mengikuti test lain. Ternyata sebenarnya tidak masalah. Tapi saat itu saya tidak cukup mendapatkan informasi mengenai hal itu. Tidak mungkin juga saya mendaftarkan diri di FK UI untuk jalur PPKB karena saya tahu nilai saya jauh dari cukup untuk menembusnya. 

Namun, kemudian saya berdialog dengan diri sendiri:
  • Apakah benar FK adalah fakultas yang sesuai dengan hatimu nanti? Dengan pelajaran seperti itu, akankah saya bertahan? Praktik bedah, darah, anestesi?
  • Diterima di FK menimbulkan pencitraan tersendiri : fasilitas serba ada, cantik, pintar, elegan. Apakah akan SELALU seperti itu? Itukah artinya?
  • Bekerja di sebuah ruangan dengan pasien yang bermacam-macam setiap harinya?

Kemudian saya menjawab
  • Sebenarnya tidak ada masalah dengan pelajarannya nanti, tapi lebih kepada praktiknya. Ga tega melihat kelinci di-anestesi dan dibedah saat kelas XII, jadi trauma sendiri. Ngeliat darah bawaannya takut dan ngeri. 
  • 'wah ternyata banyak anak FT (cowok) yang jodohnya sama anak FK'. Jadi memang benar FK itu menimbulkan pencitraan tersendiri. Tapi cewek FT gak kalah kok. Kan cuma masalah fakultas sehubungan pekerjaan kelak. (saat kelas XII dulu tidak pernah terpikir kalimat pertama itu hehehe)
  • Lebih suka kerja yang mondar-mandir ngecek sana-sini. (saat ini merasa seperti itu)
Mungkin memang jawabannya Teknik Sipil karena saya menemukan hal-hal menarik yang saya bayangkan saat SMA dulu. Karena memang saat memilih Teknik Sipil di UI sekaligus saya meminta jurusan terbaik, tapi entah kenapa saat itu ada rasa dominan saya menginginkan untuk diterima di Sipil UI. 

Sebenarnya saya juga tidak tahu apakah dari sekian banyak test yang mungkin saya coba saat itu ada yang tembus ke FK atau tidak. Satupun test tidak saya coba. Agak menyesalnya sih di situ. Memang menjadi dokter tidak semanis yang dilihat dari luar (pengakuan seorang dokter). Yang penting, pekerjaan apapun itu, semoga dapat menyumbangkan peranan terbaik dan bermanfaat bagi kemanusiaan :)

Comments

Popular posts from this blog

The Journeys in 2017

Kisah Ranting dan Ketidaksempurnaan

Opini Tentang Depresi