H A T I

Maksudnya bukan membahas organ sesugguhnya ya haha.

Hati tidak terlepas dari keikutsertaan Allah, tapi tetap ada dukungan manusia itu sendiri untuk tetap positif dalam menyikapi hati.

Di saat pikiran dan hati terpaku pada shalat, rasanya HATI ingin selalu dekat dengan-Nya.
Dan saat lupa mengontrol hati untuk tetap selalu cinta dengan shalat, kemudian shalat terasa hampa.
Lalu dengan kesadaraan dan sedikit paksaan terhadap hati untuk memulai lagi menyukainya (shalat), sekejap ketagihan itu kembali. Ya, karena dengan mengingat rasa saat nyaman itu.

Saat sebuah lagu lama terdengar yang mengisyaratkan suatu momen tertentu, HATI tersentuh.
Atau lagu itu mengingatkan pada seseorang?
Bisakah saat itu hati luluh padanya (dia) kembali? Lalu kembali mencintainya?
Ya, karena saya mengingat rasa momen saat dulu.
Tidak, karena saya melupakan rasa momen saat itu

Saat saya membenci seseorang, apakah akan seterusnya HATI berkata demikian?
Tidak, karena entah mengapa, HATI ini menjadi luluh padanya, atau bahkan suka.
Banyak peristiwa yang membenarkan hal ini.
Lalu, apakah HATI akan seterusnya menjadi suka padanya?
Tidak, karena apa yang terlalu disuka dan terlalu dibenci itu tidak baik dan HATI memaksa untuk menetapkan untuk menghindari terlalu suka.

Memang hati itu misterius banget, tapi tetap kita sendiri yang menetapkan pilihannya :)




Comments

Popular posts from this blog

Kisah Ranting dan Ketidaksempurnaan

The Journeys in 2017

Back To My 90's Favourite Songs