Transport - Geoteknik - Mankon (?)

Baru saja membaca sebuah notes tentang masa depan oleh seorang senior 2008 yang sebentar lagi akan wisuda, mengingatkan pada jadwal seleksi Fastrack besok di kampus. Meskipun semester 7 baru akan dimulai September mendatang (Inshaa Allah), namun ada beberapa keputusan yang harus dibuat dengan deadline beberapa hati sehubungan masa depan itu. Keputusan hari ini adalah hasil di masa mendatang. Kali ini hanya ingin menjelaskan keresahan saja dulu, mendefinisikan apa yang menjadi keresahan.

1. Pemililhan Peminatan sehubungan Topik Skripsi 
Masih bingung antara milih Transport atau Geoteknik. Dua-dua nya ilmu bermanfaat kok. Tapi, belum ada tendensi khusus ke arah mana harus memilih. Kenyataannya :

  • Transportasi banyak teori dan lebih mengarah pada perencanaan desain transportasi, baik jalan raya, kereta (subway, monorail), pelabuhan, bandara udara. Lebih banyak menggunakan software dan banyak analisis karena tidak sekedar keteknikan saja, tapi ekonomi dan sosial juga termasuk, seperti pada perencanaan Mass Rapid Transportation TransJakarta Bus. Yang dianalisis tidak hanya alur busway dan jadwal saja kan? Tapi, misalnya:
    • menganalisis peletakan jalur busway yang tepat (melewati daerah strategis mana saja), peletakan halte -> menyangkut sosial dan ekonomi 
    • bagaimana jika halte berada pada sebuah jembatan layang (apakah pengaruh pemberhentian bus dengan kapasitas muatan penuh pada halte tsb signifikan terhadap struktur jembatan layang?) -> menyangkut struktur (keteknikan)
    • sistem transit, dsb. 
    • pemberian kesempatan duduk kepada para prioritas dengan membedakan pintu masuk -> sosial
    • pembedaan jalur di halte antar penumpang dengan berbeda jurusan
    • dsb.  Banyak kan? Menarik bukan? Itu baru bus TransJakarta loh, belum hal menarik lainnya seperti Subway!
  • Geoteknik. Fokus topik subway sebenarnya memerlukan ilmu dari bidang transportasi dan geoteknik. Transportasi untuk mengurus bagian jalur subway dan geoteknik mengurus masalah bangunan bawah tanah agar subway memiliki alur jalan di bawah tanah dan stasiun. Menulis posting ini saya jadi teringat fokus topik peminatan lama, yaitu Subway! Entah kenapa saya suka sekali dengan subway, meskipun belum pernah naik, bahahaha. Semoga semoga bisa naik subway aamiin :D
  • Ada satu tambahan peminatan lagi yang tidak kalah pentingnya, yaitu Manajemen Konstruksi. Yap, kenapa penting? Karena di sinilah inti pengaturan semua tahapan proyek mulai dari tender sampai operasional bangunan. Selain itu, dalam peminatan ini terdapat cabang-cabang PMBOK yang penting untuk memastikan suatu proyek dijalankan dengan desain yang baik, proses tender yang baik dan semua pemangku kepentingan (stakeholder) memainkan peranan dengan penuh tanggung jawab sesuai dengan Dokumen Kontrak (tuh kan, jadi sekalian belajar haha), tahapan pelaksanaan proyek jelas dan selesai sesuai jadwal (tidak mengulur-ulur atau terburu-buru), dengan resiko yang seminimal mungkin. Mankon bersifat menyeluruh dan merangkul semua peminatan.
Tapi, sebenarnya yang membuat galau adalah "Topik Skripsi Nanti Mau Tentang Apa Sih?" Nah itu dia! Berarti sebenarnya sudah ada kesimpulan peminatan yang akan diambil, yaitu Transportas - Geoteknik - Manajemen Konstruksi (dimulai dari porsi terbesar). Kenapa Mankon ada di akhir? Karena rencana ingin ambil Mankon untuk Master saja, karena lulus S1 pengennya jadi anak bawang aja dulu, melihat kondisi pekerjaan proyek real seperti apa saat kerja nanti. Kenapa Geotek kedua? Memang ada kalanya materi geoteknik berpengaruh sekali terhadap transportasi, misalnya stabilitas tanah base course untuk perkerasan jalan, earth retaining wall untuk menahan kelongsoran tanah pada jalan-jalan di bukit/gunung, dinding penahan tanah untuk bangunan bawah tanah, dsb. Menarik banget gak sih >.< 

Tapi, maunya skripsi tidak menyulitkan kelulusan, aamiin. Artinya topik skripsi yang tidak membutuhkan waktu lama untuk diselesaikan, namun tetap menarik sesuai peminatan. Aamiin :)

2. Fastrack 
Besok ada sesi wawancara untuk beasiswa ini. Padahal rencana awal adalah kerja dulu baru melanjutkan S2. Takutnya gak bisa jadi anak bawang setelah kuliah S1 hehehe. Dikhawatirkan, gelar S2 ini malah menghambat nantinya, misal gelarnya terlalu tinggi jadinya susah direkrut. Yah, semuanya diserahkan sama Allah, yang penting sudah berusaha merencanakan dengan baik. 

Comments

Popular posts from this blog

The Journeys in 2017

Kisah Ranting dan Ketidaksempurnaan

Opini Tentang Depresi