Jawaban :)

Malam ini ada sedikit percakapan dengan Ipun mengenai PPAM. Lama kelamaan, apa yang sedang kita bicarakan menjurus pada luka lama pribadi di PPAM duluuu kala. Lalu tercetuslah nasihat dari Ipun : "mreka blm seutuh'a mengenal lo phe...mreka cma skedar tw aja dr pktaan org d sekitar mereka..."
Subhanallah, kata-kata Ipun sungguh melegakan hati. Dan setelah dipikir kemudian, memang perkataan ipun benar adanya (menurut saya). 

Lalu gundah yang akhir-akhir ini menyerang, terjawab oleh pertanyaan Ustadz Felix Siau :
"Jangan dipusingkan dengan kaidah 'mana mungkin nikah bila tidak kenal dia' | karena Allah akan menautkan hati insan-insan yang mengenal-Nya." 
Sungguh tweet beliau bikin lega dan tenang. Tetap berpegang teguh pada prinsip sendiri. We are not alone, there is Allah who always guide us as long as we try our best: correcting our deeds towards deen that leads to good choice. 

kemudian terjawab pula oleh suatu kata hati :
"Mungkin 'Siap' menurutku itu bukan makna siap yang sebenarnya. Bagaimana jika subjek nya berbeda? Siap kah? Atau kata 'Siap' itu hanya rasa tergesa-gesa untuk ingin dekat? Ayo pikirkan matang-matang!"

Comments

  1. pe,,dari ngomongin PPAM kok jadi ngomongin nikah pe??

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahaha, judulnya kan 'Jawaban' whe, jd itu memang jawaban dr smw pertanyaan gw akhir2 ini :p

      Delete

Post a Comment

what do you think?

Popular posts from this blog

Kisah Ranting dan Ketidaksempurnaan

The Journeys in 2017

Opini Tentang Depresi