Percakapan 'Masa Depan'

Semalam sempat ada percapakan antara gw, mama, dan papa di mobil setelah hari ini selesai mengerjakan tugas di kampus dan sempat bermalam sejenak di kostan kak Kika :)

"Gimana Yu GPA Award nya? udah cair?" tanya Mama
"Belum ma, baru tanda tangan aja tadi, uangnya belum cair," jawabku.
"Kira-kira kenapa ya bisa dapet GPA Award itu?"
"Hmm, menurut aku sepertinya karena kenaikan IP semester 5 ke semester 6. soalnya memang drastis banget."
(Ya benar sekali, yang satu drastis banget jatohnya =.=")
Hari Rabu, tiba-tiba dapat sms dari Rara, dia minta gw ke Departemen, tapi hari itu seharian tidak sedang di kampus, tapi di rumah hehehe. Rara bilang bahwa gw mendapatkan GPA Award dan awardnya dinilai oleh sejumlah uang. (Alhamdulillah... Baju baju baju :p)
"Hmm, GPA Awardnya menang, tapi sayang ya gak dapet fastrack nya," kata Papa.
"Yaaah, begitulah, Pa," jawabku. "Ayu juga ikut seleksi itu untuk mengambil jawaban sebenarnya habis kuliah Ayu harus bagaimana, apakah melanjutkan studi atau melanjutkan kerja. Ternyata mungkin harus kerja dulu (Insya Allah)."
(Kedua orang tua memang berharap sekali dengan jalur fastrack itu, tapi tidak dengan kata hatiku sendiri).
"Semoga aja Yu nanti ada jalan lain untuk selanjutnya," kata Papa.
(Yang paling adem adalah denger orangtua nge-doain anaknya seperti ini, baik ayah atau ibu).

"Aamiin," sahutku.
"Ayu, kalo ke Kanada mau gak? Papa punya temen relasi ke sana."
"Ayu sih mau mau aja, Pa, kemana pun itu," jawabku. (Yang penting bisa kerja hehehe)
"Masalahnya bukan itu Pa, tapi percaya gak naro dia di sana?" ujar Mama.
"Nah itu dia, Ma," sahut Papa.
"Ya bisa lah, Ma," sahutku. "Tapi sebenarnya kalo pun ada kesempatan ke luar negeri, Ayu mau nikah dulu."
(Ini untuk pertama kalinya gw berani menyinggung masalah nikah ke kedua orang tua gw. Sebelum-sebelumnya, mama duluan biasanya yang memancing obrolan tentang masa depan hehehe). 
"Wah, mama gak kepikiran gitu loh. Tapi kalo Ayu punya rencana begitu, bagus dong. Biar ada yang jagain ya, Yu?"
(Gak nyangka responnya positif XD)
"Iya, Ma," jawabku. "Biar sekalian juga 'dia' bisa berkarir di luar negeri juga."
(Padahal calonnya belom ada XD)


Tapi gw belum pernah menyampaikan juga akan niat untuk menikah muda sama orang tua karena orang tua sendiri ingin gw kerja dulu untuk mendapatkan pengalaman setidaknya dua atau tiga tahun, Insya Allah. Hehehe, sama deh sama planning ane :p Pacaran setelah menikah kan jauh lebih aman: aman dari zina, harga diri aman, dan tentu saja aman dari dosa hehe.

Comments

  1. uhuk uhuk
    asik apee :D
    aku ikut juga dong ke kanada

    ReplyDelete
    Replies
    1. jiahahaha, ini udah lama bgt by..
      Eby baca ajah :p
      haha itu baru rencana by, ga tau temen ayah mau ngebawa gw atau gak jiahaha

      Delete
  2. iya, lagi iseng, pe
    hoho
    tapi kalo beneran, ikut yaa, hahaha :D

    ReplyDelete

Post a Comment

what do you think?

Popular posts from this blog

The Journeys in 2017

Kisah Ranting dan Ketidaksempurnaan

Opini Tentang Depresi