Posts

Showing posts from December, 2012

Kecewa 3 Kali

Sedih rasanya saat saya harus mengatakan kepada Awhe bahwa saat ini sulit sekali membedakan mana muslimah berkerudung yang berpacaran atau tidak. Oke, baik, memang bukan urusan saya mengomentari kehidupan orang lain. Ini hanya curahan hati saja, hanya opini saya. 
Kawan, setiap orang pasti pernah jatuh cinta atau sedang didekati oleh seorang ikhwan.  Tapi, apakah kau sadar bahwa kau sedang diuji dengan kondisi itu? Lalu, apakah kau biarkan begitu saja kau berikan dirimu untuknya? Coba pikirkan lagi, toh suatu saat hanya akan ada satu ikhwan yang berada di sampingmu.  Jika saat ini kau sudah menyerahkan hatimu untuknya, apakah kau yakin dia yang akan menjadi pendampingmu kelak? Bagaimana jika bukan? Dimana hati yang telah kau berikan?
Lalu, apa yang dikatakan orang lain jika ada seorang muslimah berkerudung yang berpacaran di tempat umum? Saya hanya bisa tertunduk atau berpura-pura tidak tahu di tengah mereka. Bingung harus bagaimana. Rasanya sudah tidak ada yang perlu diingatkan buka…

Maher Zain - Paradise

Image
Satu lagu yang bikin semangat buat meluruskan niat menjadi ehhem (maaf gak maksud galau, tapi menurut saya penting untuk mempersiapkan dan mematangkan diri, menghadapi kenyataan) istri shalihah. Yap, gak ada yang diinginkan sangat di dunia ini kecuali ridha orang tua dan ridha suami. Kedua ridha itu yang In Shaa Allah dapat mengantarkan wanita kepada surga yang dijanjikan oleh Allah. Dan di lagu ini jelas sekali niat seorang ikhwan membawa rumah tangganya menjadi sakinah, mawaddah, warahmah, sehingga bisa membawanya ke surga. Rasanya semangat banget buat tetap pada pendirian lebih prefer mendekatkan diri pada-Nya, memperbaiki diri.





I remember when I first met you I felt that God answered my call There was that one place I always thought about And I just wanted to be there with you The place that no eye has ever seen The place that no heart has ever perceived I had a great feeling inside of me That one day I’ll be there with you
Chorus: And now that we’re here feeling so good About all the thing…

Life Lessons

Cukup tahu.  Kemarin saya berada di kondisi yang sangat saya ingin tidak terlibat, menyentuh sekalipun tidak!  "AP jangan ikut-ikutan begini ya :) " Jika sudah tahu itu dilarang kenapa masih dilakukan? Ayolah, jangan mengiyakan permintaan 'mereka' yang hanya ingin 'menikmati'  Di 'KFC' saya cuma bisa tertunduk atau mendongak melihat TV.  Tidak ada 'yang terjadi' memang, tetapi setelah saya pulang, ternyata masih ada sebuah perjalanan lanjutan (mereka).  Selama perjalanan pulang, saya hanya termenung, hanya membatin : Ya Allah Ya Allah ....
Mengenai mengiyakan permintaan 'mereka' juga terjadi minggu ini sesungguhnya.  Meskipun sebenarnya saya ingin sekali mengejar target sendirian di perpus dan menanyakan software, tapi rasanya ada yang salah, ada yang tidak biasa dengan ajakan itu (lagi).  Sampai saya memberanikan diri survei pendapat dengan teman ikhwan, saya simpulkan memang ada yang tidak biasa.  Tidak ada akhwat yang bisa saya aja…

No Wonder

Gak sengaja melihat-lihat isi tumblr beberapa bulan ke belakang, ternyata ada sebuah posting yang kubuat dengan tema yang mirip terjadi akhir-akhir ini.  JLEB Ternyata itu terjadi sekarang. 
Gak ada yang perlu dirisaukan.  Mau yang mana pun itu terserah Allah.  Sekeras hati ingin yang ini, jika takdir berkata lain, mau bisa apa? Sekeras mungkin berharap atau sekeras mungkin menjauh, jika takdir berkata lain, mau bisa apa?
Tak ada yang perlu dirisaukan, gak ada Hidup seakan hanya ada aku, rencanaku, dan Allah. That's it.  In Shaa Allah hanya sementara, sebelum ada kisah lain atas seizin-Nya

Seminar Nasional PIT HATTI 2012 : Day 1

Hari ini adalah hari pertama acara Seminar Nasional PIT HATTI 2012. Di sini aku dan 7 orang anak geoteknik lainnya berpartisipasi menjadi panitia setempat (bukan panitia pelaksana). Gak hanya dari UI, tapi juga ada teman-teman dari ISTN. 
Saya putuskan untuk naik kereta dari Kalibata. Rencana semalam dengan Kak Manda bahwa sebisa mungkin naik di kereta yang sama, tapi aku pikir rasanya sulit. Sebenarnya tidak masalah tidak satu kereta sekalipun. Yap, benar saja, aku yang berangkat duluan menuju Stasiun Juanda. Sampai di sana ketemu Kak Eka. Sambil menunggu rombongan dari Depok, cerita pengalaman kerja Kak Eka baru-baru ini mengisi kekosongan. Menarik sekali cerita Kak Eka. 
Setelah semuanya berkumpul, kami jalan kaki menuju Hotel Borobudur dari St Juanda sekitar 15 menit (jalan santai). Sampai di sana (07.00), aku ditunjuk menjadi bendahara untuk mencatat peserta yang belum lunas atau daftar di tempat. Aku dibantu Vicky, Murni, Hendri, William, Kak Eka, dan Kak Sandy melayani peserta…