sudah jatuh, tertimpa tangga


Dari status teman :

Ada sebuah konsep yang semua orang hampir tau dan menganggapnya selalu sama. "Orang yang teraniaya/terzhalimi doanya mustajab, makbul, terkabulkan atau sebagainya" konsep tersebut kadang sering digunakan oleh orang2 yg merasa teraniaya sebagai kesempatan untuk 'balas dendam' dengan cara mendoakan agar si 'jahat' mendapatkan balasan setimpal atas tindakan 'jahat'nya.

tapi saudara2 apakah setelah mendoakan dengan doa tsb (harapan agar orang jahat itu jg celaka) apakah anda puas? apakah setelah anda berdoa, doa tersebut benar2 dikabulkan?

doa itu berisi harapan yang disampaikan lewat kata2, jika anda berdoa yang buruk, sama saja anda berkata-kata yang buruk, berkata-kata yang buruk termasuk berbuat maksiat. Nah.. anda baru saja teraniaya malah berbuat maksiat!

misalnya anda sedang menyebarang jalan dan tiba2 dikagetkan oleh motor yang melaju kencang, anda kesal dan berteriak 'gue doain, lo mati' emang dengan begitu apakah tiba2 malaikat izrail turun dan langsung mencabut nyawa si pengendara?

ada baiknya kita mendoakan yang baik misal 'Ya Allah semoga si pengendara motor tadi sadar' dengan begitu kita sudah berkata2 yg baik (termasuk berbuat baik) dan insyaAllah terkabulkan, karena Allah suka dengan kata2 yg baik. Lebih bagus kan daripada berbuat sebaliknya, udah kaget, teraniaya, berbuat maksiat lagi.

ada sebuah cerita dari 'karung mutiara Al-Ghozali'
seorang ahli ibadah dizhalimi seseorang di jalan, sampainya ia di rumah ia berdoa "semoga orang tadi di hukum mati" tiba2 tak lama kemudian binasalah si ahli ibadah karena doanya sendiri. Dengan 'doanya' itu ia telah berbuat maksiat dan keburukan.
Imam Al-Ghazali

* setiap doa yg kita ucapkan untuk orang lain maka malaikat yg berada di sekitar kita akan menyahut dgn kata wa iyyakum artinya dan untuk mu juga

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Ranting dan Ketidaksempurnaan

The Journeys in 2017

Opini Tentang Depresi