Mengulas Semester 7 ^^

Mau mengulas semester 7 ^_^

Semester 7 diawali dengan kegalauan memilih peminatan bahkan sampai pada hari pengisian SIAK pun saya masih nanya-nanya ke senior geoteknik untuk memantapkan pilihan hati huuft. Sempat saya menulis beberapa posting menunjukkan kegalauan haha. Akhirnya saya sampai pada pilihan akhir (sesuai kata hati), yaitu : Geoteknik 


Di saat dominansi pendapat teman-teman sipil lain yang mengatakan bahwa peminatan Struktur adalah inti dari sipil, tapi entah kenapa saya memantapkan hati untuk peminatan Geoteknik. Meskipun memang mungkin akhirnya nanti bisa jadi pekerjaan tidak sesuai peminatan, namun saya masih berharap bahwa pekerjaan nanti masih tetap pada lini Geoteknik. Aamiin :) 
Menyukai Geoteknik berawal dari ketertarikan terhadap Tunneling yang belum ada di kurikulum sipil di sini huft karena tanah di Indonesia cenderung dominan clay (lempung) bukan rock (batuan keras) seperti di negara-negara yang biasa membangun tunnel. 

Namun, skripsi saya tidak tentang tunneling haha. Cukup sulit sebenarnyanya untuk memilih antara realita dan idealisme. Idealisnya mungkin saya harus memilih tunneling, tapi kenyataannya mempelajari tunneling mesti double: software dan materi. Kenyataannya saya memilih: analisis stabilitas lereng pada lereng dengan perkuatan geogrid (analisis unsaturated soil) dengan bantuan Plaxis. Kalo dipikir, skripsi ini rasanya gak sekeren skripsi anak-anak 08 haha. Tapi baru gini aja, ane udah pusing :p 

penggunaan plaxis untuk analisis lereng dengan perkuatan geogrid

penggunaan geogrid pada lereng 

water strider 
Sedikit mengulas tentang unsaturated soil, merupakan tanah antara wet soil dan dry soil meskipun pada kenyataannya tidak ada tanah yang 100% wet atau 100% dry. Jika kita kembali mengingat mata kuliah Geologi Teknik dulu bahwa terdapat 3 fase pada tanah (solid, water, air), sementarar pada unsaturated soil terdapat 4 fase solid, water, air, contractile skin. Contractile skin ini semacam membran elastis pada air yang mengikat partikel tanah menjadi kesatuan. Pernah dengar Water Strider di sebuah film agent (lupa film apa)? Serangga tersebut biasa hinggap di atas air dan tidak tenggelam karena ada contractile skin pada air. 

Tak terbayangkan sebelumnya bahwa akan memiliki lingkungan baru dengan orang-orang baru yang ternyata welcome sekali setelah memilih peminatan ini. Awalnya kikuk gitu saat pertama kali berada di ruang asisten. Inget banget saat pertama kali anak-anak 09 'berkenalan' lebih dekat dengan lab saat pelajaran nge-lab  mandiri untuk tugas mata kuliah Stabilitas Lereng. Saya bisa mengetahui 'kebiasaan-kebiasaan' yang ada di lab. Sampai menghadiri sekaligus menjadi panitia di sebuah seminar nasional. Maaf lupa dengan acara makan-makan bareng untuk merayakan 'pelepasan' karena lupa tanggal, sibuk dengan urusan kesehatan sendiri :|
At Hotel Borobudur, Jakarta (Laskar Geoteknik tidak lengkap :p)

Baiklah, berlanjut pada mata kuliah Proyek. Mata kuliah yang paling menyita banyak waktu. Saya mencurahkan hampir 3/4 waktu di semester 7 hanya untuk mata kuliah ini, bayangkan! Sampai-sampai seminar dan laporan KP harus mendapatkan porsi yang jauh lebih sedikit, termasuk mata kuliah lainnya. Bahkan karena mata kuliah ini, saya hanya punya waktu 2 minggu untuk liburan, yah tetap disyukuri. Di mata kuliah ini, saya belajar menjadi seorang amatir geoteknikal di sebuah konsultan haha, intinya saya yang mendesain struktur bawah, sementara Arief di bidang struktur dan Ary di sistem lapangan penumpukkan dan lapangan parkir. 
stratifikasi tanah pada proyek pelabuhan kami

Proposal awal, kumpulan desain, RAB, sampai RKS, kami buat sendiri. Trend 'sibuk' meningkat menjelang tiap sidang, terutama masalah kelengkapan tanda tangan persetujuan dosen. Kami pun masih awam dengan Pelabuhan (proyek kami), kami mencoba mencari-cari sumber untuk mengetahui bagaimana cara mendesain pelabuhan karena kami sama sekali tidak mendapatkan materi dari dosen, sungguh melelahkan. Bela-belain ke kampus menerobos hujan demi mengerjakan tugas ini bersama, menunggu dosen berhari-hari, dihujat-hujat di setiap sidang, huft sungguh penuh pengorbanan. Alhamdulillah, akhirnya tanda-tangan dosen terakhir tertera di CD yang berisi kumpulan desain (buku 1 - buku 5) sore itu bersama Frans, Adimas, dan Risa, huft.. 

Daaaaan, masih ada satu tugas besar lain yang sesungguhnya tampaknya saya salah pilih mata kuliah: Manajemen Proyek Teknik. Tidak disangka-sangka ternyata ada tugas besarnya huaaa. Dan lagi-lagi di sini kami berperan sebagai real engingeer seperti di lapangan kerja. Kelompok saya mendapatkan tugas sebagai Owner. untuk proyek jalan tol. Meskipun rincian kerjanya lebih sedikit, namun ternyata menarik juga. Jika kita mengingat kembali pelajaran Manajemen Konstruksi, biasanya selalu dijelaskan peran pihak Mankon., tapi di sini kami (aku, Farid, Anti) belajar menjadi Owner. Penyusunan tugas besar dimulai dari membuat WBS sampai pada 9 aspek manajemen dalam PMBOK yang disesuaikan dengan peran kami sebagai owner untuk diaplikasikan pada proyek jalan tol kami. Alhamdulillah, presentasi akhir tugas besar selesai juga dan tidak banyak dikomentari oleh dosen :D dan alhamdulillah nilainya cukup baik. 


Tak disangka-sangka kami bisa sidang Kerja Praktik semester ini sekaligus tentu saja merampungkan laporan KP yang bejibun itu, alhamdulillah. Ternyata dosen pembimbing kami (aku, Cut, Nurpry) memang tidak mencegah kami untuk tidak sidang karena masalah laporan atau bidang analisis kami yang hanya struktur bawah. Namun, menurut beliau, meskipun hanya struktur bawah, komponen pembahasan kami sudah cukup banyak, sehingga kami diperbolehkan mengajukan sidang. Semenjak sore itu (sampai bela-belain bolos kelas ManPro untuk asistensi dengan Pak Heru) kami langsung kejar tayang (loh?) untuk menyelesaikan laporan kami yang sebenarnya sempat kami cicil saat liburan semester genap. Dan mengejutkan sekali jumlah halaman laporan KP yang kami buat: kebanyakan. Laporan KP yang detail itu pun tidak bisa menjadi tameng pada 'pembantaian' saat sidang KP wahaha. Kami disidang 2.5 jam! Padahal, umumnya sidang seminar berlangsung paling lama 1.5 jam. Alhamdulillah, saat sidang 2.5 jam itu, aku tidak merasa terlalu lama. Mungkin karena sudah biasa disidang pada mata kuliah Proyek, jadi pasrah aja deh mau diapain juga, hehehe. 


Untuk mata kuliah Stabilitas Lereng, kami menganalisis kestabilan lereng, ya iyyalah :p Analisis dimulai dari mengambil sampel tanah, lalu mengujinya di laboratorium untuk mendapatkan beberapa parameter tanah. Pengujian yang kami lakukan persis seperti saat dulu praktikum Mektan 1. Sampel tanah yang harus kami ambil adalah 3 bungkus @ 5 kg, it means: 15 kg! Membawanya naik angkot (kali pertama naik angkot setelah keluar dari RS) ke kutek. Aku menjinjing berdua dengan Hendri, sementara William sendirian. Lagi-lagi pengorbanan.

Lereng yang kami (aku, William, Hendri) analisis adalah lereng di daerah Bella Cassa, Depok. Setiap minggu kami harus mempresentasikan progress mingguan penelitian kami. Setelah kami mendapatkan parameter tanah, kami memodelkan lereng dalam software GeoSlope untuk mengetahui nilai SF lereng. Pada mata kuliah ini, saya belajar banyak tentang lereng dan cara perkuatannya. 

badan lereng dimana kami mengambil sampel tanah

mengambil sampel tanah di lereng
Mekanika Tanah Lanjut. Jujur ini bagian abstrak dari tanah. Tidak sangat abstrak sih, tapi ini bagian yang menjelaskan perilaku tanah dalam teori-teori hasil penelitian berbagai ahli. Tidak perlu ditanya bagaimana dosen untuk mata kuliah ini mengajar. Paduan yang the best lah. Tapi tetap saja belum bisa dapet nilai bagus hehe. Yang paling diingat dari mata kuliah ini adalah mengumpulkan UTS (upload ke scele) dalam kondisi hectic karena memburu waktu untuk menyempatkan diri mengikuti acara wisata bareng ke Ragunan hehe. Sampai saya melanjutkan merampungkan UTS take home itu di dalam mobil dalam perjalanan ke kampus untuk menemui teman-teman lain sebelum berangkat ke Ragunan. Saya upload UTS itu di warnet kutek bersama Icha Raisa :p

Investigasi Geoteknik. Saya mempelajari berbagai instrumentasi yang biasa digunakan untuk meneliti tanah atau untuk pelaksanaan struktur bawah pada proyek konstruksi. Nah ini yang aplikatif banget. Namun, sayang, kurang mendapatkan ilmu yang 'greget' dari dosen. 

And the last is ... Seminar. Sesuatu yang sesungguhnya saya sudah cicil sedikit demi sedikit semenjak menentukan topik skripsi di bulan Oktober. Namun, karena proyek semakin 'menjadi-jadi', Seminar sempat tersisihkan untuk beberapa minggu, sering. Tidak menyangka pada akhirnya saya bisa merampungkan pembuatan PPT Seminar dalam 2 hari lalu kemudian sidang. Rincian tentang sidang Seminar ini sudah saya jelaskan di posting bulan lalu. Daaan seminar ini menyisakan banyak tanya huhuhu. 

Minggu pertama liburan, saya sempat melanjutkan ke tahap pengerjaan skripsi, namun suasana 'Me Time' di rumah membuat segalanya kabur hahaha, emang butuh istirahat. Baru sampai membuat lereng di Plaxis. Sehubungan yang ditanya masih suka berada di lab saat itu (minggu awal liburan), jadi saya memanfaatkan waktu yang ada. Ternyata, banyak tips yang saya dapat yang tidak saya dapatkan di tutorial software. Dan sekarang yang ditanya sudah lulus dan akan segera kerja. Haha, baiklah saya akan berjuang sendiri, semangat! :D 

Semangat skripsi-an teman-teman ^^. Semoga selalu diberikan kesehatan sehingga dapat mengerjakan skripsinya dalam kondisi fit dan semoga diberikan kelancaran untuk merampungkan skripsinya, aamiin :D

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Ranting dan Ketidaksempurnaan

The Journeys in 2017

Opini Tentang Depresi