Mensyukuri Nikmat Iman

Ada hal lain yang saya suka terlupa, yaitu nikmat iman.
Saat segala sesuatu dihadapi dengan dasar iman kepada Allah, bukankah terasa nikmat?
Bukan berarti saya paling benar, bukan, bukan itu maksudnya. 
Seberapa pun tingkat iman itu saat ini, patut disyukuri. 
Bukan kemudian hanya bersyukur lalu puas dengan hasil sementara, tapi berjalan kembali meniti tingkat iman yang lebih tinggi lagi. 

Bersyukurlah, bahwa kita masih bisa memilah bahwa yang ini benar dan yang itu salah. 
Pilihan untuk menahan amarah sekuat tenaga, karena Allah
Pilihan untuk hanya mendengarkan tanpa membantah, karena Allah, meskipun kau tau dirimu lebih benar. 
Mudah-mudahan Allah memberikan selalu tambahan nikmat iman kepada kita, aamiin :)

Gak boleh sedih AP.
Seburuk-buruk itu, gantilah dengan niat yang lebih baru dalam mengartikan makna seorang ibu sebagai madrasah bagi anak-anaknya kelak.
Yah, sudah sampai di tahap ini saja, selebihnya kamu yang menentukan, mudah-mudahan Allah mengabulkan niat ini, aamiin 

Comments

Popular posts from this blog

The Journeys in 2017

Kisah Ranting dan Ketidaksempurnaan

Opini Tentang Depresi