Ragu? Hindarilah!

Aku tak terbayang jika tahun lalu aku tidak mendapatkan ujian itu, entah saya bisa terjerumus sampai sedalam apa untuk ujian kali ini. 
Ibadah ya tetap jalan, tapi bukan itu saja hakikatnya

Kamu tahu, saat itu di saat harapan hidup begitu kecil di depan mataku, aku merasakan :
"Ya Allah, kemana saja waktuku yang terbuang selama ini?"
Hakikat manusia hidup di dunia ini hanyalah mencari ridha-Nya dengan aktivitas di dunia. 
Jika hanya pro terhadap akhriat | Buat apa ada dunia?
Jika hanya pro terhadap dunia | Bagi Allah, dunia itu tak lebih berharga dari 11 sayap nyamuk
Ahh, kesadaran itu rasanya tak terlukiskan, rasanya selalu tercermin dalam mata saat melihat apapun. 
Yasmin Mogahed bilang: "awakening", saya bilang : "tertampar/tergeplak"

Saya rasa saya cukup berhasil kali ini, hati tidak bisa dibohongi 
Alhamdulillah saya masih bisa menjaga diri ini untuk tetap berdiri pada prinsip sendiri di saat angin itu begitu kencang menerpa dan godaan itu terlihat sungguh nyata, 
meskipun saya sempat terjatuh, dan ini yang saya sesali. 
Yah sudahlah, tak perlu disesali, jadikan saja pengalaman berharga untuk ujian lainnya. 

Jika tidak ada perbekalan dari ujian sebelumnya, 
mungkin saya akan membalas setiap sms nya dengan kata-kata lembut wanita  
mungkin saya akan membalas perhatiannya dengan hal yang sama 
mungkin saya akan mengikuti ajakannya
mungkin saya akan bercerita jauh lebih banyak dan terinci

Lalu kali ini saya mendapatkan tamparan kedua. 
Sungguh hati tak bisa dibohongi
Saat aku merasakan ragu, saat itulah muncul kesimpulan awal : "Hindarilah!" Seperti sabda Rasulullah. 
Meskipun kemudian perasaan jadi terombang-ambing, pada akhirnya menghasilkan kesimpulan yang sama: "Hindarilah, jika kau ragu."

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Ranting dan Ketidaksempurnaan

The Journeys in 2017

Opini Tentang Depresi