Awal Masuk Kerja (Re: Suasana Hati)

Terhitung sudah berjalan 3 minggu bekerja. Sebenarnya masih "training" karena belum ada proyek baru dan proyek saat ini sudah berada di hampir akhir proses. Minggu pertama sungguh uring-uringan, rasanya seperti terlanjur masuk ke penjara, pikiran begitu sempit, sangat jauh berbeda dengan apa yang aku bayangkan dahulu, yaitu site engineer. Apalagi saat itu mama lagi ada di Malang, rasanya ada yang kurang di rumah setiap pulang ke rumah. Ditambah stress macet yang sangat parah setiap kali pergi dan pulang kantor. 

Saat itu jadi serba mikir kejauhan, mengkhawatirkan hal-hal masa depan yang bahkan saya tak pernah pikirkan saat masa-masa mencari kerja atau bahkan saat kuliah. Kalau kata Ippho: atheis kecil. Rasanya seperti lupa akan tujuan awal. Padahal tujuan awal saya sederhana: ingin mencari ilmu dulu. 

Semuanya jadi serba dikangenin. Setiap hari rasanya kangen banget sama kampus, Fakultas Teknik.

(http://edorusyanto.files.wordpress.com/2011/12/ui-ft-kampus.jpg)

Kangen banget lewat jalur yang biasa dilalui kalo mau berangkat ke kampus. Jalur yang sepi, nyaman, dan gak perlu ngebut-ngebutan. Rasanya damai banget. Beda banget dengan kondisi sekarang yang tiap pagi berhadapan dengan ratusan pengendara motor lain yang sama-sama berangkat ke kantor, ppfffffttt... Aaaah beda bangeeet. Kangen lab mektan beserta warganya. Kangen Dept. Kangen kantek, menu favorit di kantek. Kangen mustek. Kangen bercanda-canda lagi sama teman-teman atau ngerjain tugas bareng, rapat organisasi. Haduuuh bawaannya bener-bener sendu banget. Setiap kali naik di flyover simatupang, keliatan banget tuh apartemen baru di St. UI. "Waah itu udah deket kampus gueeee, mau loncat dong ke sanaa, please, take me there..."

(http://static.panoramio.com/photos/large/54459361.jpg)

Ketika hari senin saya berkesempatan berkunjung ke kampus, rasanya lega dan seneng bangeeeet. Ketemu teman-teman lagi. Bisa salat di Mustek dan Dept lagi. Ketemu warga lab Mektan dan Air. Hiks, rindu pun terobati. Meskipun pengennya bisa ke kondisi itu lagi di hari berikutnya, tapi gak mungkin T.T Karena hari itu dianter mama, jadi gak sempet parkir motor di tempat parkir favorit, hiks, di parkiran belakang dekat Dept Mesin. Kangen megang tiket parkir yang tebal itu.

(http://edorusyanto.files.wordpress.com/2011/12/ui-parkir-motor-ft-tiket.jpg?w=150&h=112)

Di kantor saya ditempatkan di departemen civil engineering, bagian yang menangani desain perkerasan jalan dan drainase di kawasan industri. Sangat jauh dari apa yang diharapkan: geotechnical engineering. Setiap kali membuka milis geotek, rasanya semangat sekali ingin mempelajari materi-materi geoteknik lagi: drained-undrained, lereng, gempa, penurunan tanah, dsb. Apalagi saat Reva bertanya soal cara membaca data SPT. Waduh, semangat sekali diri ini untuk menjelaskan. Kangen bangeeet rasanya melihat data-data itu lagi T.T Ditambah jumat lalu ada konsultan geoteknik dari Malaysia yang menelepon tapi gak kunjung bisa diangkat olehku karena sinyal providerku sulit dijangkau dari kantor. Huaaa, sedihnya minta ampun. Namun, yang membuat saya risau adalah konsultan geoteknik tersebut baru mau membuka cabang di Jakarta dan ternyata di area perumahan, meskipun baru kabar di milis dan belum tentu pasti, tapi sedikitnya membuat saya khawatir. 

Belum lagi ada tawaran dari orang dalam di sebuah konsultan oil and gas ternama untuk posisi civil engineer pula, apalagi di sana civil engineer bekerja pula untuk desain struktur bawah. Dan kesempatan itu hilang lagi karena kesalahan kecil yang bodoh. Atau emang sesungguhnya saya harus menimba ilmu dulu di kantor yang sekarang (?)

Dua minggu saya diberikan laporan-laporan yang harus dipelajari menyangkut job description yang akan dilakukan nanti. Cukup banyak ilmu baru, meskipun bukan di bidang geoteknik. Yang menjadi sulit adalah: mau mencari ilmu atau mencari aman? Fresh graduate biasanya menjadi sasaran empuk bagi perusahaan yang sedang membutuhkan pegawai baru, apalagi perusahaan-perusahaan ternama (di luar bidang teknik sipil). Ternyata mencari aman dengan melamar di perusahaan (luar sipil) pun tidak semudah yang dibayangkan: tahapan seleksinya banyak dan melibatkan banyak peserta. 

Rasa khawatir pun naik turun: kadang khawatir dan tekadang tidak. Ini sungguh membuat tidak nyaman saat di kantor. Bawaannya mau pulang, gak betah. Apalagi persoalan pulang lembur, ppfffft..Sampai akhirnya gak sengaja baca postingan lama Awhe pagi ini, sungguh gak sengaja banget, tapi cukup menyadarkan. Sebenarnya juga sudah berkali-kali menasihati diri supaya gak khawatir, tapi tetap saja masih. Masalahnya: tidak mendapatkan bidang yang sesuai keinginan (re: geoteknik) sehingga sulit menerima dan sulit bersabar. Jadi, solusinya adalah "think opposite!"

Comments

Popular posts from this blog

The Journeys in 2017

Kisah Ranting dan Ketidaksempurnaan

Opini Tentang Depresi