Keputusan yang Berat :(

Pasti kita sering dihadapkan pada pilihan-pilihan. Entah itu pilihan yang mudah atau sulit ditentukan. 

Suatu hal yang menyenangkan namun membuat hati bimbang ketika seorang HR dari sebuah perusahaan menelepon jumat sore lalu. Ia mengundangku untuk mengikuti test. Tahukah kamu? Perusahaan itu (I) adalah perusahaan yang sangat aku impikan bahkan sejak sebelum lulus kuliah untuk bisa bekerja di sana. Saat sebelum lulus, teman-teman pun bahkan mengira aku akan diterima di sana supaya lebih dekat dengan seseorang. Niatku saat itu tak sepenuhnya demikian.

Pada kenyataan, semua tak berjalan sesuai yang diinginkan. Kebetulan ada kenalan lain di perusahaan itu dan ia menawarkan aku untuk mengirimkan CV. Tapi tak kunjung ada panggilan. Sampai akhirnya aku memutuskan melupakan masa lalu dan aku diterima di perusahaan lain (T). Sulit untuk bisa menerima kondisi perusahaan T ini, sulit bagiku untuk bisa beradaptasi. Dunia kantor yang selama ini kubayangkan, ternyata tak seindah yang dibayangkan. Dan hal itu membuatku memutuskan untuk menetapkan sebuah langkah ke depan.

Enam bulan berjalan. Dan aku diminta mengirimkan CV lagi ke perusahaan I oleh orang yang sama karena ia tahu kabarku tak baik di perusahaan T dari teman. Lalu sampailah saat jumat sore itu ketika HR menelepon. Aku kaget, perusahaan yang aku inginkan dulu sekarang meneleponku. Senang? Tentu. Namun hal itu serta merta membawa kebimbangan.

Selasa tiba, aku melakukan technical test dan user interview langsung. Perusahaan ini sangat mudah dijangkau dari rumah dengan Bus TJ. Itu salah satu alasan kenapa aku ingin sekali bekerja di sana. Jam 1 aku kembali ke kantor T. Siang sekitar jam 2 aku ditelpon bahwa aku diterima. Aku senang sekali. Aku pasti bisa mendapatkan banyak ilmu di sana. Tapi setelah rincian salary dan lembur itu, aku menjadi shock. Mungkin jika aku belum bekerja, cerita nya akan berbeda: pasti aku langsung menerimanya.

Aku meminta waktu sampai tadi pagi untuk berpikir memutuskan pilihan. Banyak orang yang aku hubungi. Kebanyakan meragukan, sedikit sekali yang bilang 'ambil aja'.

Lembur dan kesehatan. Saya khawatir kesehatan menjadi drop. Salary pun tak berimbang. Dan tak mau lirik lagu Maudy Ayunda (Tahu Diri) menjadi kenyataan karena aku akan ditempatkan bekerja dengan seseorang dari masa lalu #curcol. Saya putuskan tidak.

Saya menjadi gak enak dengan senior yang aku menitipkan CV padanya. Ia ingin sekali aku bergabung di sana. Yang mengejutkan adalah ketika ia berusaha membujukku dengan mengingatkanku bahwa aku bisa bekerja bersama seseorang dari masa lalu. Pencitraan itu yang membuatku cukup kesal kala masih kuliah dulu. Dan bahkan sampai sekarang karena tahu bahwa pencitraan itu masih terngiang di ingatan orang lain. Pencitraan yang berawal dari seseorang masa lalu itu.

Sungguh bingung dan seharian kemarin rasanya pundung sekali. Kenapa harus diterima sekarang? Apakah Allah ingin menunjukkan alasan-Nya kenapa aku dulu tidak kunjung diterima di sana? Ataukah ini jalan keluar yang aku lewati? :(

Comments

Popular posts from this blog

The Journeys in 2017

Kisah Ranting dan Ketidaksempurnaan

Opini Tentang Depresi