Bersyukur

Minggu lalu tak sengaja saya punya kesempatan untuk membahas sesuatu yang tidak pernah dibahas sebelumnya bersama teman saya satu ini. Biasanya diskusi menarik tema geoteknik atau skripsi dulu. Kali ini berbeda. Yang unik adalah obrolan ini mewakili opini pria (karena dia pria). Saya bisa mendapatkan satu poin penting dari teman saya itu. Melegakan sekali. Entah sudah terlambat atau belum saya mengetahui poin penting itu. Yang jelas, saya tahu bahwa dugaan saya benar. Di sela obrolan, ada sesuatu pepatah yang disebutkannya membuat saya berpikir lagi dengan kondisi sekarang:

"Yang dulu sahabat bisa jadi musuh sekarang dan yang dulu musuh bisa jadi sahabat sekarang.
Yang tadinya dicinta bisa jadi dibenci sekarang dan yang dulu dibenci bisa jadi dicintai sekarang. Hehehe..."

Setahun yang lalu, saya begitu menderita bekerja di kantor saat ini karena sulit beradaptasi. Saya sendiri bingung kenapa bisa begitu. Padahal beradaptasi dengan keluarga Lab Mektan cepat sekali bahkan tak butuh ada namanya masa adaptasi. Ternyata ada masalah dalam diri sendiri sehingga sulit terbuka terhadap orang lain. Apalagi jobdesc yang tidak jelas, menambah runyam.

Sampai saya terus memohon dalam doa agar kondisi di kantor membaik. Sampai akhirnya saya bisa membuka diri kembali dan bisa bersosialisasi dengan baik lagi hingga sekarang. Semakin banyak teman baru. Kedatangan Dept Manager pun menjadi jawaban doa yang terasa langsung diberikan di hadapan saya. Beliau baik sekali dalam membimbingku. Sebelum menjadi DM, beliau menjadi Lead sehingga banyak ilmu yang bisa saya dapatkan darinya. Alhamdulillah..

Perlahan, mulai jelas bahwa mungkin Allah menetapkan kantor saat ini untuk saya jalani karena berbagai hal yang baik untuk saya. Di sini saya juga bisa bertemu teman-teman satu teknik meskipun berbeda kantor. Ada yang baru kenal sekarang lalu jadi bisa dekat, ada yang dulu sekedar kenal saja dan baru sekarang bisa dekat. Tambah teman maka tambah agenda jalan-jalan di akhir pekan hihi. Alhamdulillah..

Kantor saat ini ramainya seperti pasar. Alhamdulillah karena jadi terkadang suka berkelakar di tengah kesibukan bekerja. Banyak orang-orang di sini yang memberikan inspirasi mengenai komunikasi dengan teman di kantor, mengatur kerjaan, bekerja ikhlas dan cerdas, beribadah di sela bekerja, santai dengan stress pekerjaan, dll.

Untuk hal lain, saya bersyukur karena bisa menyambung kembali hubungan yang sempat terputus. Ada kesempatan yang membuat kami bisa bertemu dan mengisyaratkan bahwa "kami baik-baik saja." Meskipun masih ada rasa khawatir di hati.

Comments

  1. Pe, di kalimat lo yang ini "mungkin Allah menetapkan kantor saat ini untuk saya jalani karena berbagai hal yang baik untuk saya", gw juga ngerasain lho. Meski penyebabnya gak sama, dan apa yang didapatkan pun berbeda, tapi kita ada di kesimpulan yang sama. Well, meskipun gw lebih duluan nyadarnya sih haha.. nikmatin aja Pe. There are reasons behind everything. Just take a deep breath and start to look from different angle. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. sesungguhnya gw sudah mulai merasakan lama sih day, baru kepikiran buat posting aja sekarang.
      Bahkan waktu gw merasa "tersiksa", gw mulai berpikir bahwa jangan2 suatu saat nanti kantor gue sekarang ini akan menjadi sangat berat untuk gue lepas karena kebaikan2 buat diri gw hehe.
      Dan itu terjadi sekarang haha

      Delete
    2. Hooo... hahaha..
      nikmati sajalah kalo begitu :)

      Delete

Post a Comment

what do you think?

Popular posts from this blog

Kisah Ranting dan Ketidaksempurnaan

The Journeys in 2017

Opini Tentang Depresi