Posts

Showing posts from January, 2015

meredam rasa

Memberikan jeda
Meredam rasa hingga tak terasa dulu
Merasakan apa yang terjadi di sekitar saja dulu
Memurnikan niat
Memastikan akibat
Biarkan hati menjadi normal kembali
hingga rasa benar-benar teredam, bukan berarti padam
Membiarkannya ada tanpa ada rasa ingin memiliki
Karena rasa itu terkadang membuat prasangka dan luka terbuka lagi
Mungkin karena tidak mengenalnya dengan baik sekarang

Setiap pertemuan pasti ada alasannya
Setidaknya ada yang tersambung lagi

Keputusan

Aku berserah Ya Rabb..
Jika suatu saat ada jalannya dan memang engkau ridha, pasti akan engkau pertemukan kembali atas izin-Mu.

Yang sudah mantap sampai menyebar undangan saja masih ada yang tidak jadi.
Berarti khitbah saja belum cukup mengatakan 'iya, ini jodohmu'
Sampai terucap mitsaqan ghaliza itulah baru bisa memastikan ia jodohku.
Tampaknya untuk sampai ke sana butuh jalan yang panjang, kesabaran ekstra, meluruskan niat, dan yang utama adalah tawakkal (menyandarkan segala usaha dan hati kepada Allah)

Saya kembali pada target-target sendiri: ilmu sipil, beasiswa, kuliah, kajian, pengembangan diri, organisasi sosial, bahasa, piano, dll.
Kembali berjalan pada rel yang ada persis di depan, bukan rel yang masih 50 km lagi di depan.
Entah kemudian dia akan dekat dengan siapa dan aku juga bertemu yang tambatan yang lain, akan jadi cerita berbeda.
Atau entah ia masih menjaga dan aku pun demikian, hanya kuasa Allah yang menyatukan.
Insya Allah :')