Keputusan

Aku berserah Ya Rabb..
Jika suatu saat ada jalannya dan memang engkau ridha, pasti akan engkau pertemukan kembali atas izin-Mu.

Yang sudah mantap sampai menyebar undangan saja masih ada yang tidak jadi.
Berarti khitbah saja belum cukup mengatakan 'iya, ini jodohmu'
Sampai terucap mitsaqan ghaliza itulah baru bisa memastikan ia jodohku.
Tampaknya untuk sampai ke sana butuh jalan yang panjang, kesabaran ekstra, meluruskan niat, dan yang utama adalah tawakkal (menyandarkan segala usaha dan hati kepada Allah)

Saya kembali pada target-target sendiri: ilmu sipil, beasiswa, kuliah, kajian, pengembangan diri, organisasi sosial, bahasa, piano, dll.
Kembali berjalan pada rel yang ada persis di depan, bukan rel yang masih 50 km lagi di depan.
Entah kemudian dia akan dekat dengan siapa dan aku juga bertemu yang tambatan yang lain, akan jadi cerita berbeda.
Atau entah ia masih menjaga dan aku pun demikian, hanya kuasa Allah yang menyatukan.
Insya Allah :')


Comments

Popular posts from this blog

The Journeys in 2017

Opini Tentang Depresi

Kisah Ranting dan Ketidaksempurnaan