Berserah, Bukan Menyerah

Tahun lalu semangat untuk lanjut kuliah S2 di luar negeri masih menggebu. Tepat di bulan di tahun lalu, les persiapan TOEFL iBT di LBI dimulai. Sedangkan tahun ini, mulai les bahasa Jepang. 

Entah apa yang saya pikirkan saat itu. Langkah ini terus maju dan tidak ada rasa pesimis sama sekali untuk terus mencari informasi agar bisa melanjutkan studi di luar negeri. Ada alasan kuat mengapa harus di luar negeri yang menjadikan diri terus melangkah ke depan: tidak menyerah namun tidak pula 'ngoyo'. 

Waktu semakin mendekati penghujung 2014. Jika tidak kunjung ada harapan untuk bisa sekolah di luar negeri, maka pilihan kedua adalah kuliah S2 di dalam negeri: ITB. Sempat hati merasa tidak terima jika harus kuliah di dalam negeri. Namun, waktu terus berjalan, harus realitas, tidak mungkin jadi tidak jelas lanjut S2 atau tidak hanya karena tempat studi. Jadi, saat itu mulai mempersiapkan hati, mental, dan membayangkan jika studi di ITB. Bahkan sempat mengunjungi ITB untuk cek cara pendaftaran, tahap seleksi, lalu estimasi lokasi kost supaya dekat dengan kampus, dll. Sudah mempersiapkan diri untuk pilihan yang mungkin terjadi yang tidak sesuai keinginan sebenarnya. 

ITB mungkin pilihan kedua, tapi saya masih berharap dengan pilihan pertama. Agustus datang dan mulai tertarik untuk apply di KAIST. Dari titik inilah yang mengantarkan semangat mendaftar LPDP. Dan dari LPDP inilah mengantarkan semangat untuk terus apply universitas-universitas. Biaya yang akan ditanggung LPDP untuk studi tidak bisa dilewatkan begitu saja. Dan itu pulalah yang mengantarkan pada Todai. 

Sedikit cerita di atas tentang berserah, bukan menyerah. Ketika ingin sekali akan suatu hal, perlu untuk melihat dan mempersiapkan hati untuk kemungkinan gagal. Itu yang mengantarkan pada keberserahan. Bukan berserah kepada keadaan, tapi berserah kepada kehendak-Nya. Tetap berusaha untuk keinginan, namun sudah siap pula untuk yang tidak diinginkan karena bisa jadi kita menyukai sesuatu padahal sesungguhnya tidak baik untuk kita.   

Comments

Popular posts from this blog

The Journeys in 2017

Opini Tentang Depresi

Kisah Ranting dan Ketidaksempurnaan