Menjaga Hati

Menjaga hati kali ini bukan tentang menjaga hati dari seorang lawan jenis, tapi menjaga hati dengan siapa pun dalam hal apapun. Pernah ada satu teguran singkat yang mengajarkan bahwa 
"coba diperhatikan lagi cara bicara dan tindakan yang diambil apakah membuat perasaan orang lain terluka atau tidak." 
Berbicara apa adanya tentang seseorang itu benar karena tentang esensi yang ingin disampaikan. Tapi, bagaimana caranya esensi tersebut disampaikan adalah pilihan kita. 
"jangan sampai apa yang ingin kita sampaikan kepada orang lain menjadi tidak tersampaikan hanya karena hatinya terluka duluan oleh cara kita menyampaikannya sehingga menjadi sia-sia: pesan tak tersampaikan dan bahkan meninggalkan luka"
Dari begitu banyak curahan hati lewat update status mereka yang sudah menikah dan sedang hamil, di sisi lain saya menemukan sebuah update status seorang akhwat yang sedang mendamba sebuah pernikahan, kapan dipinang, dan sepertinya ia merasa terluka. Lalu saya teringat dengan teman-teman kantor yang sudah lama tidak memiliki anak. Ironis ya. Andai mereka yang telah diberkahi pernikahan dan anak bisa sedikit saja mengerem curahan hatinya. Andai saja mereka tahu dan memahami. Ah mungkin saya juga sedang sensitif, tapi setidaknya jadi reminder buat diri pribadi. 
"karunia Allah memang harus disyukuri, tapi seharusnya kita tahu bagaimana cara terbaik untuk mensyukurinya, tanpa di sisi lain membuat hati orang lain terluka dan dekat dengan kufur"
Menjelang semester baru, semuanya mulai mengupdate universitas terbarunya, pindah ke negara mana. Tipikal ya. Tapi ada pesan penting dari bu Ratna yang setidaknya membuat diri tetap down to earth insya Allah :
Agustus-September biasanyanya timeline saya penuh sama postingan awardee yg br saja tiba di negara dan univ tujuan...
Let see, 3 bulan pertama biasanya masih penuh sama foto view tempat sekitar sama jalan2. I called it as Holliday Moment...
3 bulan kemudian timeline sepi gambar tapi rame status. Galau karena tugas yg numpuk. I called it as stressfull moment...
Calmdown moment biasanya muncul di bulan ke 5-6. Kenapa? Masa ujian. Dan di bulan ke 7 euforia pun muncul lagi... Liburan...
Apapun siklusnya, selamat belajar teman2. Satu pesan saya: Perjalanan teman2 bisa belajar ke jenjang yg lbh tinggi adalah awal, perjalanan sebenarnya belum benar benar dimulai.
Memang semuanya tergantung dari sudut pandang dan balik lagi ke niat masing-masing tentang apa tujuan sharing hal tertentu. Bisa jadi, dari sharing tersebut bisa memotivasi. Tapi bukan jadi berlebihan atau terus-terusan.

Wallahu'alam bisshawab

Comments

Popular posts from this blog

Kisah Ranting dan Ketidaksempurnaan

The Journeys in 2017

Opini Tentang Depresi