Dealing with Uncertainties

It's been a while not writing...

Belakangan ini, saya sempat ngobrol ke beberapa teman dan topiknya tentang menghadapi masa depan, yang berarti menghadapi ketidakpastian. Saya juga sama seperti yang lain, masih terus belajar, tapi di posting kali ini, ingin berbagi pandangan positif yang biasa mama ingatkan kalo saya lagi galau. Dan posting ini juga akan jadi notes buat diri sendiri, kelak nanti mungkin bakal buka posting ini lagi untuk reminder diri sendiri. 

Satu hal yang dirasakan ketika saya akan balik ke Indonesia adalah: "kayak apa ya kehidupan nanti setelah di Indonesia ketika pekerjaan di Indonesia pun belum didapatkan, gak jadi memutuskan kerja di Jepang, belum bisa memutuskan melanjutkan S3, nikah juga gak jadi, hilal untuk next imam pun belum ada, rasanya hidup bakalan membosankan, bakalan terasa berat." Bayang-bayang kegelapan pun seakan jelas di depan mata. (lebayy haha)

Simply, saya cerita ke mama dan beliau cuma bilang gini, "Gak usah khawatir, kalo masalah kerjaan terus aja dicari, apply sana-sini, Insya Allah akan ada jalannya. Tenang aja, usaha aja terus." Dari nasihat mama ini, saya berpikir, sesulit apapun itu, terus aja jalan. Dan itu benar. Ketika sedang berusaha itulah, kita sedikit-sedikit jadi tahu tentang kesempatan lainnya yang terbuka yang gak akan bisa diketahui kalo gak mulai usaha. Kalo cerita sama mama, saya jadi refresh mantra lagi:

"Don't be stress over something. Selow aja tapi usaha maksimal. Coba terus. Allah selalu melihat usaha kita. Dan gue yakin, Allah itu sayang sama kita dengan segala ujian yang ada. Insya Allah pada akhirnya, Allah akan bukakan jalan yang indah. Jangan khawatir hanya karena ketakutan akan sesuatu yang belum terjadi. Allah will surely suffice us. Pahit sih pahit, iya emang. Namanya juga hidup as a full of test to testify our iman. Tapi kalo bersabar dan terus berjalan, Allah punya rencana yang jauh lebih baik lagi. Kita udah capek-capek kan di dunia kayak gini, mending bersabar dikit jadinya bisa berbahagia juga di akhirat. Ujiannya gak sekedar lewat gitu aja tapi membekas buat akhirat kelak, Insya Allah."

Setelah kembali ke Indonesia, saya jadi bisa menata kembali rencana-rencana dan memulai usaha untuk itu. Sempet jalan-jalan juga, menikmati hari di rumah. Sampai akhirnya mendapatkan kesempatan bekerja lagi. 

Tiba-tiba ada lowongan kerja di kantor saya sekarang, yang sebelumnya saya tertarik banget untuk apply tapi gatau caranya. Setelah dijalani, ternyata banyak banget ilmu yang didapat dan itu sesuai dengan doa yang saya minta: pengen tahu praktik ilmu geoteknik itu seperti apa. Supaya nanti, kalo dikasih kesempatan jadi researcher, saya jadi bisa tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan engineer di dunia praktis karena researcher adalah produsen teori buat dipake sama engineer hehe. But I need to move on from this company first. 

Sedangkan masalah jodoh ...
Suatu ketika saya nelpon teman dekat yang akan menikah. Singkat cerita, setelah masing-masing menceritakan lika-liku romansa sebelum akhirnya finally menikah (gue belum nikah yak haha, itu temen gue yang udah), gue mengeluh:

Saya: "kok susah banget ya pengen nikah aja yang udah jelas-jelas niatnya mulia."
Teman: "ya emang gitu Phe... yang namanya mau berbuat baik itu susah... apalagi menikah yang merupakan ibadah seumur hidup. Akan ada ujian di situ. Intinya tetap tawakkal dan berusaha, Phe."

Jadi merasa ... panas kenteng-kenteng trus disiram air dingin, byuuurr, hahaha. Yang dikatakan temen saya itu menjadi superb reminder. 

Beberapa hari yang lalu, saya juga sempat mendengarkan nasihat pak Quraish Shihab tentang menikah. Katanya .. menikah itu bagian dari rezeki, jadi harus dicari. Sama seperti rezeki, dengan rezeki itu, kita bisa manfaatkan untuk kebaikan. Seperti halnya pasangan hidup, kita bersamai untuk melakukan kebaikan. Entah wanita yang melamar atau minta dicarikan, itu sangat sah, bagian dari usaha. Yang jelas intinya harus dicari. Dan jangan lupa berdoa, "Ya Allah anugerahkanlah kami pasangan dan keturunan yang menyejukkan hati." 

Sebenarnya kalo flash back, banyak kan doa-doa kita yang dikabulkan Allah. Ada yang dikabulkannya lama dan ada yang cepat. Saya jadi teringat, suatu ketika setelah pulang kerja, lagi nuggu di lobby, saya sempat lihat banyak koper berjejer di lobby Menara 165. Sepertinya yang ikut program umrah sudah datang. Trus saya termenung sambil berpikir, "Ya Allah, saya pengen punya koper buat sekolah ke luar negeri kelak." And He surely have heard my du'a and made it true. And it was Japan as I ever wished for :') 
Untaian panjang doa-doa itu kelak Insya Allah akan menemukan jalannya kembali ke kita, aamiin..

Semoga posting ini juga bermanfaat bagi pembaca (kalo ada yang baca haha)
And feel free to give insight too on comment section ^.^

Comments

Popular posts from this blog

The Journeys in 2017

Kisah Ranting dan Ketidaksempurnaan

Opini Tentang Depresi